-->

Selasa, 05 Mei 2015

Perkembangan media dakwah

Sejarah perkembangan Islam di Indonesia tidak bisa lepas dari peran para wali sebagai ulama penyebar ajaran Islam. Yang cukup menarik untuk disimak adalah cara para wali menyebarkan ajran Islam. Dimana pada masa itu masyarakat sebagian besar memeluk ajaran hindu. Para wali pada masa itu tidak dengan cara radikal menentang ajaran-ajaran yang ada pada masa itu. Salah satu yang populer adalah wayang. Dimana sebelum Islam masuk ke tanah Nusantara, khususnya tanah Jawa, wayang telah menemukan bentuknya. Bentuk awal wayang berupa relif yang bisa kita jumpai di candi-candi seperti di Prambanan maupun Borobudur.
Para wali melihat wayang bisa menjadi media penyebaran ajaran Islam yang sangat efektif. Namun, timbulah perdebatan antara para wali tentang bentuk wayang yang menyerupai bentuk manusia. Setelah bermusyawarah, akhirnya mereka menemukan kesepakatan untuk menggunakan wayang sebagai media dakwah tetapi dalam bentuk wajah yang digambar miring, leher yang panjang, serta tangan yang dibuat memanjang sampai kaki, bentuk bagian wajah yang dibuat berbeda denga bagian wajah manusa serta terbuat dari kulit kerbau.
Tidak hanya bentuk yang berbeda tapi ada banyak sisipan cerita dan pemaknaan wayang yang berisi ajaran- ajaran dan pesan moral. Seperti dalam lakon Bima Suci misalnya, Bima ditokohkan sebagai tokoh sentral yang mana meyakini adanya Tuhan Yang Maha Esa. Selain Bima ada pula saudaranya yaitu Janaka yang memiliki peran sebagai tokoh yang memiliki ajaran-ajaran tentang menuntut ilmu, bersikap sabar, berlaku adil dan bertatakrama yang baik sesama manusia.

Cara berdakwah yang diterapkan para wali tersebut terbuki efektif. Masyarakat menerima ajran Islam tanpa adanya pertentangan maupun penolakan. Ajaran Islam tersebar di seluruh tanah jawa. Penganut Islam semakin hari semakin banyak, termasuk para penguasa. Pagelaran wayang pun makin sering dipentaskan. Tidak hanya pada upacara-upacara resmi kerajaan, masyarakat secara umum pun kerap menggelarnya. Karena banyak ajaran moral dan kebaikan dalam lakon-lakonnya, wayang tak hanya dianggap sebagai tontoanan saja, tapi juga menjadi tuntunan. Kini era telah berubah menjadi era modern, dengan begitu bayak media- media masa yang lebih simpel, efektif dan cepat dalam mengkomunikasikan ajaran Islam khususnya. Dengan begitu media dakwah pun mengikuti perkembangan zaman.

0 komentar:

Posting Komentar

Comment

statistics